Jenis-Jenis Investasi Reksa Dana yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis-Jenis Investasi Reksa Dana yang Perlu Kamu Ketahui

Banyak orang bertanya, “Jenis investasi apa sih yang cocok untuk pemula?” Nah, reksa dana disebut-sebut sebagai jawaban yang pertanyaan tersebut. Bisa dibilang, reksa dana juga tengah ngetren saat ini. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum paham. Oleh sebab itu, inilah saatnya kamu mengenal lebih jauh tentang investasi reksadana!

Tahukah, kamu? Menurut Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksa dana diartikan sebagai wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Nah, reksadana memiliki sifat diversifikasi dan dapat dimulai dari modal kecil, bahkan ada yang minimal Rp 50.000 saja. Jadi kemungkinan investor untuk rugi lumayan kecil. Ya, inilah salah satu alasan kenapa reksa dana cocok untuk menjadi pilihan investasi pemula. Baiknya lagi, reksa dana juga cocok untuk investor yang nggak punya waktu untuk mengurus investasi.

Saat berinvestasi dengan reksadana, manajer investasi bertugas untuk mengelola dana dan memberikan laporan kepada investor secara berkala. Supaya lebih jelas, mari berkenalan dengan beberapa jenis investasi reksa dana di bawah ini:

Reksa Dana Saham

Reksadana yang satu ini memiliki risiko paling tinggi sekaligus keuntungan yang paling tinggi. Hal ini karena pasar saham bersifat fluktuatif. Untuk kamu yang nggak takut mengambil risiko, reksa dana ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Nah, risiko yang tinggi inilah yang menyebabkan reksa dana saham memiliki jangka waktu investasi yang cukup panjang, kurang lebih di atas lima tahun.

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang memiliki risiko relatif rendah, karena kebijakan investasi pada reksa dana ini adalah 100 persen pada instrumen pasar uang. Jadi instrumen keuangan seperti giro dan deposito masuk ke dalam kategori ini. Apa itu instrumen pasar uang? Nah, instrumen pasar uang merupakan instrumen investasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun, sehingga cocok untuk kamu yang berniat melakukan investasi jangka pendek.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap merupakan jenis reksa dana berisiko menengah yang memberikan hasil pengembalian melalui investasi dengan komposisi obligasi kurang lebih 80 persen dari total portofolio. Lamanya investasi pendapatan tetap adalah 1-3 tahun, serta biasanya dana diinvestasikan pada obligasi atau produk keuangan yang minim risiko dan keuntungannya cukup stabil.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran memiliki kebijakan untuk berinvestasi antara 1 persen hingga 79 persen pada saham, obligasi, serta pasar uang. Umumnya, kebanyakan reksa dana campuran di Indonesia memiliki alokasi yang relatif besar pada saham. Oleh sebab itu, fluktuasi di reksa dana campuran pun lumayan tinggi walau tidak sebesar reksa dana saham. Lamanya berinvestasi pada reksa dana campuran biasanya sekitar 3 sampai 5 tahun.

Satu lagi, jangka waktu investasi juga perlu dipertimbangkan. Jangka waktu investasi berhubungan dengan pemilihan jenis reksa dana yang cocok untuk kamu. Sebagai pemula, reksa dana pasar uang yang jangka waktunya pendek bisa menjadi pilihan, lho. Namun, kalau kamu menginginkan reksa dana sebagai jaminan hari tua, maka kamu bisa memilih reksa dana saham yang jangkanya di atas lima tahun.

Bagaimana, masih ragu untuk mulai investasi demi masa depan? Apalagi kini investasi bisa dilakukan secara online melalui platform investasi aman, mudah, dan cepat seperti Moinves. Mau investasi? Moinves aja!

About admin

Check Also

Kaum Muda Berinvestasi bukan Sibuk dengan Kegalauan Masa Kini

Kaum Muda Berinvestasi bukan Sibuk dengan Kegalauan Masa Kini Jadilah kaum muda yang produktif. Kaum …

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.